oleh

BUMNang Mutiara Mandiri Nagari Sungai Tunu Barat Ekspor Arang Batok Kelapa Hingga Ke Eropa

-BERITA-771 views

SERGAP.CO.ID,

PESISIR SELATAN, — Sebagai Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) yang memiliki inovasi dalam melakukan pengelolaan potensi batok kelapa menjadi briket, BUMNag Mutiara Mandiri, Nagari Sungai Tunu Barat Kecamatan Ranahpesisir, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), mampu menembus Qatar dan Eropa sebagai tujuan pasar.  

Negara Qatar dan beberapa negara lainya di Benua Eropa itu dijadikan sebagai sasaran pasar, sudah sejak tahun 2018 lalu.

Demikian dikatakan Direktur BUMNag Mutiara Mandiri, Riski Arif Farmansyah Selasa (2/10) di Painan.

Dia mengatakan potensi besar tanaman kelapa yang dimiliki oleh nagari itu, dijadikanya sebagai peluang besar melalui BUMNag Mutiara Mandiri untuk meningkatkan ekonomi dan pendapatan masyarakat.

“Salah satu upaya yang kami lakukan adalah mengolah tempurung kelapa menjadi briket, atau lebih dikenal masyarakat dengan sebutan arang batok kelapa. Negara yang kami jadikan sebagai sasara ekspor adalah Qatar dan beberapa negara lainya di Eropa. Ini sudah berlangsung sejak tahun 2018 lalu,” katanya.

Dia mengatakan bahwa dalam melakukan pengembangan usaha itu, pihaknya bekerja sama dengan perusahan di Pulau Jawa.  

“Kami bekerja sama dengan sebuah perusahaan di Pulau Jawa dalam pengolahannya sebelum diekspor ke negara tujuan tersebut,” ungkapnya.

Dia menyampaikan bahwa sejak awal tahun 2018, pihaknya rutin mengirim arang batok kelapa sebanyak 20 ton per bulannya kepada perusahaan yang bekerja sama tersebut.

“Namun sekarang kita bersama pihak perusahaan telah sepakat meningkatkan jumlah pengiriman menjadi 40 ton setiap bulannya,” jelas Riski lagi.

Diungkapkanya bahwa untuk memenuhi kebutuhan arang batok yang berjumlah puluhan ton tersebut, pihaknya melalui BUMNag Mutiara Mandiri menjalin kerjasama dengan sejumlah pedagang buah kelapa di kecamatan itu.

“Pedagang tersebut tidak hanya berdomisili di Sungai Tunu Barat, namun juga berasal dari nagari-nagari tetangga, bahkan juga kecamatan lain,” ungkapnya.

Selain dari pedagang, pihaknya juga menerima batok kelapa dari masyarakat, baik dalam jumlah banyak atau hanya dalam hitungan kilogram saja.

“Harga batok atau tempurung kelapa tergantung dari kualitasnya. Mulai dari harga Rp800 hingga Rp1000 per kilogram,” ungkapnya.

Ditambahkan lagi bahwa setelah batok kelapa terkumpul dalam jumlah banyak, barulah pihaknya memproses menjadi arang batok dan selanjutnya dikirim ke pabrik.

(Wempi Hardi.SH)

 569 total views,  2 views today

Komentar

NEWS