oleh

Warga Kecamatan Cibeureum Merasa Resah, Informasi Rencana TOL CIGATAS Tidak Transparansi Diduga Di Dompleng Calo

SERGAP.CO.ID

TASIKMALAYA, || Minimnya informasi rencana TOL CIGATAS yang terkesan ditutup-tutupi, menuai keresahan sejumlah warga di Kecamatan Cibeureum khususnya para pemilik tanah yang dikabarkan akan dilalui trase tol.

Bagaimana tidak, fakta di lapangan sudah terjadi inventarisasi data kepemilikan tanah di dua Kelurahan di Kecamatan Cibeureum. Sedangkan sampai hari ini belum ada informasi resmi yang diterima masyarakat terutama para pemilik lahan.

Artinya, ketika sudah dilakukan inventarisasi kepemilikan, berarti penetapan lokasi (penlok) sudah dilaksanakan. Namun sampai hari ini hasil penlok belum disosialisasikan sehingga masyarakat kesulitan untuk mendapatkan informasi.

Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi. Karena, dalam konteks pembangunan untuk kepentingan umum, tidak dibenarkan alasan apapun untuk membatasi informasi.

“Jika benar alasan tidak dipublikasikannya hasil penlok karena mengantisipasi spekulan, justru spekulan dan para buyer sendiri sudah lebih dulu mengantongi datanya. Bahkan disinyalir banyak yang sudah membeli tanah masyarakat di beberapa tempat.”  terang Ketua LSM BERANTAS Heri Ferianto (…./…/21).

Menurutnya, Proses pembebasan lahan harus sesuai dengan ketentuan UU No 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum yang harus mengedepankan azas keterbukaan, keadilan, kepastian, kesepakatan, serta kepentingan hukum bagi pihak yang berhak.

“Dalih mengantisipasi spekulan itu, saya kira alasan clasic saja. Toh data penloknya sudah dikantongi calo. Seakan ini terkesan “Calo teriak Calo”. tambah Heri.

Lebih lanjut Heri mengatakan, jika seluruh tahapan dan prosesnya ditempuh dengan baik dan benar serta transparan, mulai dari proses amdal, penlok, hingga pembebasan lahan, tentunya tidak akan menuai keresahan warga.

“Sebelumnya, kami telah melakukan aksi bersama sejumlah elemen dan warga Cibeureum untuk menuntut transparansi rencana tol tersebut. Namun sampai hari ini belum juga ada kejelasan informasi.

Jika prosesnya masih saja ditutup-tutupi, masyarakat berhak mengajukan keberatan, bahkan dimungkinkan akan ada aksi lanjutan.” pungkasnya.

(UB)

 2,047 total views,  2 views today

Komentar

News Feed