oleh

NasDem Desak Kemenag RI Penambahan Kuota Haji Untuk Indonesia

SERGAP.CO.ID

JAKARTA, || Calon Jemaah Haji (CJH) asal Indonesia tahun 2021 secara resmi dibatalkan berangkat ke Tanah suci  oleh Pemerintah melalui Kementrian Agama RI. Pembatalan ini dikarenakan Covid-19 yang masih terus meningkat di Indonesia, dan belum terbukanya akses bagi CJH asal Indonesia oleh Kerajaan Arab Saudi.

Pembatalan ini merupakan yang kedua kalinya yakni pada tahun 2020 dan 2021 sejak pandemi melanda negeri ini sehingga berdampak dengan terjadinya penumpukan Calon Jemaah Haji yang akan berangkat. Setidaknya penumpukan antrean Calon Jemaah Haji mencapai 500.000 orang yang dipastikan akan menambah panjang antrean dan memperlama masa keberangkatan.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VIII Fraksi NasDem, Lisda Hendrajoni mendesak pemerintah agar menemukan solusi dalam menangani persoalan tersebut, guna mengantisipasi antrean yang lebih panjang di tahun mendatang pada masa Pascapandemi Covid-19.

“Dengan adanya pembatalan keberangkatan (Haji), tentu pemerintah sudah memahami konsekuensinya, salah satunya antrean yang bertambah panjang. Ini harus dicarikan solusinya, salah satunya dengan penambahan kuota Haji untuk Indonesia,” ujar Lisda.

Srikandi NasDem tersebut menjelaskan, “Tentu harus ada pendekatan yang lebih intens antara Pemerintah Indonesia dengan Otoritas Arab Saudi, agar penambahan kuota ini bisa terwujud.”

Selain itu, jemaah calon haji yang tertunda keberangkatan, baik pada 2020 maupun 2021 harus menjadi prioritas pemberangkatan pada musin haji 2022. Tidak boleh ada jemaah calon haji yang baru mendaftar menyodok mereka yang sudah dua tahun antre. Selain itu, Lisda juga menegaskan kepada Kemenag agar tidak ada lagi CJH “Titipan” yang akan menambah panjang daftar antrean.

“ Jangan ada lagi sistem titipan CJH. Kasihan kan kita sama yang sudah menunggu bertahun-tahun. Prioritaskan Jemaah Haji yang tertunda keberangkatannya (2020-2021) pada musim haji yang akan datang di Tahun 2022.

Terakhir Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat I tersebut juga berharap kepada masyarakat, agar tidak mudah termakan oleh informasi hoaks bernada provokatif dan mencari informasi yang lebih tepat pada sumbernya.

“Banyak sekali Hoax dan Isu Provokatif yang beredar pasca pembatalan keberangkatan. Namun masyarakat kita harapkan dapat lebih cerdas dalam mencerna informasi. Bila perlu tanyakan langsung kepada kepada pihak yang berwenang pada bidangnya. Secara pribadi, saya siap berdiskusi ataupun menjelaskan terkait hal ini kepada masyarakat,” pungkasnya.

(WH)

 884 total views,  4 views today

Komentar

News Feed