oleh

Diduga BST Rp.600.000 Desa Muara Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang Dipotong Rp.40.000

SERGAP.CO.ID

KAB. KARAWANG, || Bantuan Sosial Tunai ( BST ) yang dikucurkan dari pemerintah pusat bagi warga yang kurang mampu yang terdampak Covid-19 kini mulai dikeluhkan warga,salah satunya yang terjadi di wilayah Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Penerima manfaat BST diduga Dipotong dua hari sebelum pencairan oleh oknum RT,ini jelas merupakan bentuk pungutan liar yang dilarang oleh pemerintah pusat,warga berharap potongan BST dan potongan pengambilan beras harap dikembalikan lagi mengingat Pandemi Corona belum sepenuhnya hilang dari muka bumi ini.

Menurut pengakuan warga yang bernama Ricky Budianto 35 tahun dari RT 05 RW 03 dusun Krajan desa Muara,Jamhur 56 tahun dari RT 03 RW 02 dusun Krajan I dan Sadiyah 45 tahun dari RT 01 RW 01 mengatakan pemotongan BST dilakukan dua hari sebelum pencairan,seharusnya kami menerima RP 600.000 dua kali pencairan dipotong RP 40.000 jadi menerima RP 560.000,dan untuk pengambilan beras warga juga harus bayar Rp 10.000.

Mereka mengatakan, pemotongan tersebut dilakukan tanpa ada musyawarah terlebih dahulu sehingga kami warga desa Muara merasa kecewa dengan pemotongan tersebut,dan uang hasil pemotongan tidak ada laporan digunakan untuk apa,kami berharap jangan ada lagi pemotongan bansos tunai tersebut,dengan dalih apa pun dan siapapun tidak boleh memotong atau mengurangi bantuan tersebut.

Menurut pantauan awak media  dilapangan bahwa benar telah terjadi pemotongan oleh oknum perangkat desa dan informasi yang diadukan oleh warga kepada dirinya berdasarkan fakta jadi ini harus diusut sampai tuntas biar kedepan tidak ada lagi pemotongan dan tidak ada pihak yang dirugikan kami juga menghimbau kepada para pengurus RT/RW yang mengkoordinir pembagian BST untuk memusyawarahkan dengan warganya supaya tidak ada salah paham pungkasnya.

(Ahmad Z)

 4,014 total views,  2 views today

Komentar

NEWS