oleh

Proyek, Rehabilitasi D.I. Air Pangi jadi “Langganan Proyek Gagal”?

SERGAP. CO. ID

KAB. LAHAT, || Nasib tragis kembali menimpa masyarakat petani diwilayah Marga Ex. PS. Pangi Kec. Kikim Selatan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Kejadian miris yang terjadi bertubi-tubi dialami masyarakat petani di 7 Desa yaitu Desa Karang Cahaya, Desa Pagardin, Desa Nanjungan, Desa Pulau Beringin, Desa Tanjung Kurung, Desa Keban Agung dan Desa Pandan Arang Kecamatan Kikim Selatan. Sudah puluhan milyar rupiah uang rakyat yang dihabiskan untuk pembangunan dan pemeliharaan Dam Irigasi Sungai Pangi sejak 2006-2021.

Namun apalah daya pembangunan dan pemeliharaan D.I. Air Pangi hanya menjadi objek empuk bagi segelintir oknum untuk meraup keuntungan pribadi, tidak peduli apakah itu membuat rakyat menderita atau tidak.

Pada tahun 2021 ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air) kembali melakukan Rehabilitasi D.I. Air Pangi dengan anggaran 2 Milyar Rupiah, namun seperti sebelumnya, lagi-lagi terdapat kejanggalan dalam proses rehabilitasi tersebut. Pemenang tender Rehabilitasi D.I. Air Pangi senilai 2 Milyar Rupiah yakni CV. Reysha mengalihkan pekerjaan rehabilitasi kepada Ketua Umum DPP GRPK-RI Saryono Anwar, yang juga mantan Anggota DPRD Kabupaten Lahat periode 2009-2014.

Seperti yang sudah diprediksi sedari awal bahwa Rehabilitasi D.I. Air Pangi 2021 ini pasti mengalami polemik, benar saja ketika disambangi kelokasi pembangunan oleh 4 Kades yaitu Kades Nanjungan, Kades Keban Agung, Kades Tanjung Kurung, dan Kades Pandan Arang, serta Ketua P3A Mirwan Sayuti, terdapat banyak kejanggalan dalam pembangunan tersebut.

Dari pantauan wartawan dan Iswandi Kades Nanjungan mewakili rekan-rekan menuturkan, “pengecekan Pembangunan Rehabilitasi D.I. Air Pangi dinilai banyak Kejanggalan yang ditemukan,” ucapnya.

Diduga pekerjaan tersebut hanya menggunakan alat se adanya .terang nya

Dari cuplikan video diatas, Mirwan Sayuti selaku Ketua P3A Desa Keban Agung mengungkapkan bahwa Pembangunan dan Pemeliharan D.I. Air Pangi dari tahun 2006-2021 tidak memberikan manfaat bagi para petani diwilayah Marga ex. PS. Pangi. Sayuti juga menjelaskan history pembangunan dan pemeliharaan D.I. Air Pangi, namun Sayuti tidak menceritakan Rehabilitasi D.I. Air Pangi 2020, padahal Rehabilitasi D.I. Air Pangi 2020 di subkontrakan kepada Ketua P3A Desa Keban Agung, Mirwan Sayuti.

Rehabilitasi D.I. Air Pangi 2020 yang tendernya dimenangkan oleh PT. Daffa Rayyan Jaya Perkasa namun pekerjaan tersebut dialihkan kepada Ketua P3A Desa Keban Agung,y Mirwan Sayuti pada bulan September tahun 2020. PT. Daffa Rayyan Jaya Perkasa mengalihkan tanggung jawab pekerjaan proyek Rehabilitasi D.I. Air Pangi 2020 kepada Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Keban Agung dengan anggaran senilai Rp 2.350.000.000 dari total anggaran tender senilai Rp 4.896.036.912,71.

Yang kemudian digunakan untuk membangun siring irigasi sungai pangi, dan setelah diresmikan 2 bulan oleh Lion Faizal, SE.,MM (Anggota DPRD Kab. Lahat Dapil V),

Iswandi (Kepala Desa Nanjungan), Mirwan Sayuti (Ketua GP3A), Alpian (Kepala Desa Pandan Arang), Andi Sutrawinoto (Anggota Gemacita), tembok siring tersebut hancur karena dinilai nya kualitas bangunan tersebut buruk.

Terkait polemik Rehabilitasi D.I. Air Pangi 2021, Ketua Umum GRPK-RI Saryono Anwar yang ditunjuk oleh perusahaan pemenang tender CV. Reysha untuk mengerjakan proyek Rehabilitasi D.I. Air Pangi 2021, melakukan Konferensi Pers Jum’at 30/7/21. Saryono menjelaskan duduk permasalahannya dalam video konferensi pers dibawah ini, ia mengatakan bahwa ketika dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan, bangunan yang sedang dikerjakan itu sengaja dirusak oleh 4 Kepala Desa yaitu Kades Nanjungan (Iswandi), Kades Keban Agung (Fitra Juanda), Kades Tanjung Kurung (Kasmin Winarno) dan Kades Pandan Arang (Alpian).

“Pekerjaan kami sedang berlangsung berakhir pada bulan Desember, ketika kami bekerja, pekerjaan kami di obrak-abrik diduga oleh oknum tidak bertanggung jawab yaitu 4 Kades yang ada dilapangan, kami harapkan kepada pihak penegak hukum untuk bisa memproses perusakan aset negara tersebut” tuturnya.

Saryono juga melanjutkan pernyataannya, Rahabilitasi D.I. Air Pangi 2020 juga telah menyalahi peraturan yang disubkontrakan kepada Ketua P3A yaitu Mirwan Sayuti dan 4 Kades, dan mereka jugalah yang menghancurkan pekerjaan kami, mereka tidak berkaca kepada pekerjaan mereka sendiri.

Sebelumnya dilain kesempatan, mengkonfirmasi langsung via telepon dengan Ketua Umum GRPK-RI Saryono Anwar, lewat pembicaraan via telepon Saryono mengatakan ia menduga bahwa Ketua P3A dan 4 Kades tersebut mempunyai tujuan untuk mengambil alih atau merebut proyek Rehabilitasi D.I. Air Pangi 2021 senilai 2 Milyar Rupiah.

Atas kejadian tersebut pihak CV Reysha telah melaporkan oknum Kades tersebut ke Polda Sumsel, “Selaku kuasa derektur pengada barang dan jasa kita berharap supremasi hukum di Negara ini ditegakan.Pengujian Materi UU KUHP pasal 170 ayat (1) ” barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama-sama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang diancam pidana penjara paling lama 5 tahun penjara, B Norman UUD 1945.

(1) Barang siapa dengan sengaja melawan hukum menghancurkan, merusak, membuat tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. ”ungkap Saryono.

Ditambahkan nya lagi Suryono Proyek tahun 2020 agak di perjelas dikit dan mintak untuk di usut karena sudah menyalahi Perpres tentang tata cara amandemen dan CCO karena pekerjaan di sub kan ke dengan P3A Air Pangi yang tidak ada dasar hukumnya.pungkas. saryono

Disisi lain, Rehabilitasi D.I. Air Pangi 2021 tidak etis dilaksanakan karena bangunan Dam 1 Irigasi Sungai Pangi yang tidak berfungsi dan bermanfaat menjadi barang bukti terkait kasus penyelewengan dana proyek D.I. Air Pangi 2006-2020 oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air) dan bangunan tersebut dalam pengawasan TRC-BPAN Kabupaten Lahat, yang kasusnya kini ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Semakin terlihat jelas bahwa persoalan Irigasi khususnya diwilayah Sumatera Selatan seperti benang kusut, hal ini disebabkan karena Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air) tidak becus.ucap nya mengelola amanah

Ditambahkan lagi oleh Ketua GRPK Suryono Anwar
Diberitakan sebelum nya Ado anggaran 4,8 milyar yang di sub kan terhadap P3A sebesar 2,8 Milyar belum lama selesai Siring tersebut sudah roboh tahun 2020 .ungkap nya

Jadi saya kira sebaik nya di ungkapkan semua proyek di Kimsel di buka keseluruhan biar terungkap semua.jangan terkesan tebang pilih.ujar Suryono

untuk memperbaiki irigasi sungai di Sumatera Selatan agar memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi para petani. Tutup nya

(SB./Hermansyah)

 1,038 total views,  4 views today

Komentar

NEWS