oleh

Boarding School SMPN 1 Subang Unggulkan Tahfiz Qur’an dan Komputer Desain Grafis Serta MS. Office

SERGAP.CO.ID

KAB. KUNINGAN, || Sebuah langkah maju yang dibuat SMP Negeri 1 Subang dalam dunia pendidikan Boarding School di sekolah Negeri mulai mendapatkan kepercayaan dari masyarakat di Kecamatan Subang Kabupaten Kuningan saat di ungkapkan Kepala sekolah Didi Ahyadi M.Pd kepada sergap.co.id Senin 9 Agustustus bahwa mencari sekolah dengan porsi pendalaman agama yang lebih besar menjadi salah satu dasarnya.

Didi Ahyadi menambahkan, dari awal sempat berjalan kesulitan, namun tahun ini jumlah siswa di sekolah ini mulai meningkat,  diantaranya merupakan santri di Boarding School. PPDB tahun ajaran 2021/2022 pun ada kenaikan dari jumlah siswa yang 54 dan total jumlah siswa 250  siswa Boarding School di mulai dari pukul 3.00 Wib pagi sampai pukul 21.00 Wib. “Ungkapnya.

Sementara orang tua santri dari beberapa diantaranya saat di kumpulkan mengakui ada perubahan positif tehadap karakter anak, baik dari segi bahasa, perilaku, bahkan kebiasaan beribadah dari kegiatan Bording School tersebut. “Tambahnya.

Ditempat yang sama, guru PAI sekaligus ketua pelaksana, Irfan menyatakan bahwa kegiatan Boarding School yang diadakan lebih diunggulkan dalam bidang Tahfiz Qur’an dan Komputer Desain Grafis serta MS. Office meskipun demikian kitab Kuning pun kita pelajari,” Singkatnya.

Berkat kerja keras sekolah mengadakan Boarding School ternyata berbuah manis bagi prestasi sekolah di bidang Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam pentas PAI, dari 6 cabang yang dilombakan, SMP Negeri 1 Subang berhasil menjadi juara 1 tingkat Kabupaten untuk 3 cabang, yaitu MTQ putra-putri dan Ceramah Islam, Bahkan untuk Ceramah Islam bisa masuk tingkat Provinsi. “Ujarnya Irfan.

Boarding School di sekolah Negeri seperti ini mestinya merupakan inovasi sekaligus kemajuan di dunia pendidikan. Bahkan menjadi PR pemerintah untuk mendukung dan mensukseskan sekaligus memotivasi sekolah Negeri yang lain untuk melakukan hal yang sama. Tuturnya Didi.

Selain itu Didi juga mengakui, dalam menjalankan Boarding School masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan, mulai dari kebutuhan ruang kelas baru, fasilitas air, mesjid dan BOP Boarding School. Dirinya berharap pemerintah bisa membantu dalam penyelesaian masalah tersebut demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Kuningan. “Pungkasnya.

(Agus M)

 982 total views,  2 views today

Komentar

NEWS