oleh

DPD PWRCPK Provinsi Jambi Minta, Dinas Lingkungan Hidup Kerinci Segera Urus Akreditasi Labor DLH

SERGAP.CO.ID

KAB. KERINCI, – Asal kita mau berbenah disitu pasti ada jalan, itulah sebuah ungkapan yang harus kita akomodir hendaknya, Terkait air aliran sungai yang terdampak Galian C Ilegal yang tercemar akibat perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab di daerah Siulak Deras Mudik Kecamatan Gunung Kerinci tesebut kata Jhoni Herman (Pemerhati Lingkungan) dan juga Sekretaris PWRCPK Provinsi Jambi kepada Sergap beberapa hari lalu dikediamannya.

Akibat Perbuatan penambangan galian C ilegal tersebut, air sungai menjadi tercemar dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Jhoni Hernan (Jhonteck) juga menegaskan kepada sergap, saat ini kita tidak bisa bicara hanya sekedar izin legal atau illegal saja, tidak sekedar gembar gembor izin IUP (izin usaha pertambangan) saja, karena izin itu memang benar pengurusannya ke Provinsi jambi. “Ujarnya.

Konon…… kita bisa tuntut pelaku usaha galian C legal tersebut, ke UUPPLH jika air sungai sudah tercemar. Sesuai dengan Pasal 1 angka 20 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (“UU PPLH”) adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan.

Baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Mereka akan di beri Sangsi Pidana 3 -10 tahun Penjara.

Ditambahkan Jhoni Herman (Jhonteck) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bisa tuntut pelaku usaha baik pengusaha tambang ataupun usaha lain yang mengakibatkan tercemarnya air sungai.

Memang……..Dinas lingkungan Hidup hendaknya, mengevaluasi kembali terhadap unsur air sungai apakah betul betul tercemar atau beresiko terhadap lingkungan hidup yang berdampak kepada masyarakat umum.

Selain itu, apakah ada unsur Sianida, Sulfur, Mercury, atau mengecek PH air basa atau asam yang bisa saja mematikan biota biota air sehingga mematikan mahkluk hidup di Aliran Sungai tersebut. Atau ada unsur bahan berbahaya beracun (B3) yang terbawa oleh dampak galian C itu.

Sayang seribu kali sayang, Dinas Lingkungan Hidup kerinci (Labor UPTD nya) tidak aktif/Berfungsi sebagai mana yang diharapkan,

bahkan konon…..Kadis LH mengakui laboratorium DLH Akan dibekukan.

Namun di sisi lain Philip Adik Bupati Kerinci Adi Rozal meminta agar Akreditasi Labor segera diurus.

Sampai berita ini diturunkan akreditasi Labor DLH Belum juga diurus oleh Kadis DLH Kerinci dengan alasan beliau sibuk mengurus kepindahan kantor.

Kita harapkan labor DLH ini dapat di akreditasi kan untuk menambah pemasukan PAD.

Bagi Pemerintah kabupaten Kerinci.Ungkapnya kepada sergap,dan disamping itu ,Jika Akreditasi Labor DLH Kerinci sudah di aktifkan,Manager Humas PLTA akan Melibatkan DLH Kerinci Untuk Mengurus Revisi AMDAL.

(Rusdi Purnama)

 736 total views,  2 views today

Komentar

NEWS