oleh

Prawita GENPPARI Asah Sensitivitas Bisnis Dalam Pengembangan Kepariwisataan

SERGAP.CO.ID

KAB. CIAMIS, || Prawita GENPPARI merupakan organisasi pegiat pariwisata yang secara konsisten terus menerus mengembangkan desa – desa wisata di tanah air. Pergerakannya berbasis pada penguatan kualitas SDM kepariwisataan, kemandirian dan keikhlasan, sehingga meskipun kegiatannya tidak dibiayai Pemerintah tetapi program – programnya terus berjalan tanpa lelah. Pendampingan desa wisata terus dilakukan di banyak tempat, termasuk pelatihan – pelatihan di bidang kepariwisataan secara berkesinambungan dilaksanakan oleh Pusdiklat Prawita GENPPARI hampir setiap minggu. Semua dilakukan dilakukan atas dasar kecintaan pada negeri yang memiliki keindahan dan keragaman alam yang sangat luar biasa ini “, ungkap Ketum DPP Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi setelah menyampaikan paparan dalam Saresehan Wisata yang diselenggarakan di balai desa Panjalu, kecamatan Panjalu kabupaten Ciamis, Sabtu (11/9).

Pada kesempatan tersebut, Dede juga menyampaikan perlunya membangun kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam membangun dan mengembangkan kepariwisataan berbasis jati diri bangsa yaitu gotong royong. Pengembangan pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah atau menunggu investor saja. Terlebih di masa pandemi covid 19 ini, banyak anggaran yang difokuskan dalam penanganan kesehatan masyarakat. Begitupun dengan investor dalam situasi seperti ini akan sangat berhati – hati dalam menginvestasikan dananya. Para investor tentu akan selalu memilih bidang – bidang investasi yang menguntungkan dan periode pengembalian modal yang cepat serta resiko yang kecil. Oleh karenanya, dalam situasi seperti ini satu – satunya cara yang bisa dilakukan adalah membangun kebersamaan di tengah masyarakat. Ungkapnya.

Lebih jauh ia juga menjelaskan latar belakang situasi perekonomian nasional dan perekonomian global saat ini, dimana semua merasakan dampak pandemi dan terus berusaha untuk bangkit dengan berbagai terobosan pemulihan ekonominya. Menurutnya dalam situasi seperti ini, sektor pariwisata akan menjadi andalan dan unggulan yang bisa mendongkrak percepatan pemulihan ekonomi masyarakat. Sektor pariwisata bisa menjadi trigger (penggerak) sektor ekonomi lainnya, seperti hotel/ penginapan, rumah makan/ restoran, jasa transportasi, travel agent, UMKM, pelaku seni dan budaya, dan lain – lain.

Pada kesempatan tersebut, Dede yang hadir disertai dengan beberapa pengurus lainnya menyampaikan kekaguman dan kebanggaan dengan keindahan alam yang dimiliki oleh Panjalu. Rombongan DPP Prawita GENPPARI ini disambut langsung oleh Kades, Sekdes dan aparatur desa lainnya serta pelaku seni budaya serta penggiat wisata lainnya. Oleh karenanya, Dede sangat mengapresiasi atas keramahan dan komitmen seluruh aparatur desa Panjalu yang memiliki orientasi pembangunan yang visioner.

Panjalu merupakan kawasan yang memiliki sejuta pesona. Di samping memiliki objek wisata religi Situ Lengkong Panjalu, alam di sekitarnya pun sangat menunjang untuk terus dikembangkan menjadi alternatif wisata lainnya yang terintegrasi dengan spot utama situ Panjalu tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Tim DPP Prawita GENPPARI pun diajak keliling ke beberapa dusun untuk melihat produk – produk unggulan desa yang dilahirkan dari tangan – tangan kreatif warganya. Mulai dari pengrajin golok tempa, produk makanan ringan, peci bambu dan lainnya. Termasuk meninjau satu kawasan yang akan dijadikan pengolahan sampah organik menjadi produk produktif seperti magot. Disinilah perlunya pemimpin yang visioner dan mampu menginspirasi warganya dengan terobosan – terobosan pembangunan yang berorintasi pada kesejahteraan warga serta tetap menjaga kelestarian alam. Di akhir perjalanan melakukan kunjungan ke pegiat seni budaya seperti Kang Uteng dan Pak Suganda. Mereka inilah yang senantiasa menjaga dan melestarikan kearifan lokal dengan karya – karya seni dan budayanya. Dengan demikian maka sangat tepat sekali desa Panjalu ini ditetapkan menjadi desa wisata karena sudah memenuhi kriteria – kriteria yang ditetapkan. Setelah semua acara kunjungan selesai dilakukan, baru di malam harinya dilaksanakan saresehat wisata untuk membuka cakrawala kepariwisataan serta memberikan feedback atas survei yang telah dilakukan tersebut.

Jika pada umumnya banyak masyarakat yang mengenal Panjalu hanya dengan situ lengkongnya dan menaiki perahu menuju Pulau Nusa Gede untuk berziarah ke makam Prabu Hariang Kencana Borosngora atau Sayid Ali Bin Muhammad Bin Umar saja, sesungguhnya Panjalu memiliki banyak potensi wisata lainnya yang bisa diintegrasikan menjadi paket – paket wisata. Termasuk wisata sejarah bagi mereka yang tertarik dengan penelitian – penelitian sejarah, karena Panjalu memiliki segudang sejarah panjang terkait dengan bangsa ini. Juga memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata air bahkan wisata edukasi pertanian.

“ Panjalu memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa dan bisa terus dikembangkan. Terlebih jarak satu potensi dengan potensi lainnya letaknya berdekatan. Misalnya saja museum Bumi Alit yang menyimpan aneka peralatan sejarah, seperti pedang hasil pemberian dari Sayidina Ali RA. Dan aneka pusaka lainnya masih tersimpan dan tetap terawat dengan baik. Dengan demikian maka bisa dipastikan bahwa kawasan wisata Panjalu akan terus berkembang dengan pesat “, pungkas Dede.

(Depe)

 232 total views,  18 views today

Komentar

NEWS