oleh

Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Proyek Peningkatan Jalan/ Lapen Sungai Dadap Desa Danau Tinggi Dikerjakan Asal – Asalan Oleh Kontraktor

SERGAP. CO. ID

KERINCI, || Proyek yang berada di Simpang Sungai Dadap ,Danau Tinggi Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi ini, kini menjadi bahan perbincangan ditengah masyarakat luas.

Hal ini diduga pekerjaan proyek dikerjakan asal – asalan sehingga mengakibatkan ruas jalan yang baru dikerjakan berlubang dan terkelupas.

Berdasarkan Pantauan dan Investigasi Sergap & Kru di lapangan, Pagu anggaran Proyek Peningkatan Jalan Simpang sungai Dadap, Danau Tinggi Kecamatan Siulak – Kabupaten Kerinci yang dilelang oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kerinci tahun Anggaran 2021dengan nilai Rp 4.000.000.000, ( 4 M) yang di menangkan oleh CV Gusti Sapta dengan harga penawaran Rp 3.680.024.246,-(3,86 M)

Parahnya lagi pekerjaan yang menelan anggaran cukup besar tersebut diduga kuat pengerjaan pada ruas jalan tersebut yang tidak sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan didalam kontrak yang ada.

Penetrasi Semacam pembuatan Dam memakai material yang berada tidak jauh dari lokasi proyek, seperti batu cadas, batu gunung, sirtu, hingga material pasir diayak dengan menggunakan kuari ilegal di lokasi proyek tersebut.

Sementara pemakaian aspal suplayer roller di kontrak, anehnya lagi pelaksanaan kerja dilakukan secara manual, dibakar disiram secara manual.

Konon……. proyek tahun 2020 terdahulu memakai hotmit, mengapa sekarang pada tahun 2021proyek pekerjaan menjadi lapen manual???……

Sementara pekerjaan sambungan simpang sungai dadap, menggunakan dana yang begitu fantastis yakni 4 M,apakah ini tidak menyalahi aturan???……

Konon…..!!! jalan tersebut nampaknya sudah banyak terkelupas dan hancur, tapi sayangnya pengawas, PPTK , PPK diam seribu bahasa, seolah tidak ada yang terjadi, padahal kalau dilihat dibeberapa titik jalan yang baru beberapa bulan selesai ini,banyak yang sudah terkelupas dan diprediksi tidak lama lagi akan hancur secara menyeluruh.

Memang…….Akibat pengerjaan proyek yang asal asalan tersebut mengakibatkan beberapa warga sekitar hampir meregang nyawa alias Terjun bebas dari motor yang mereka miliki, akibat dari aspal yang sudah mulai terkelupas tersebut, padahal pekerjaan nya belum diserah terimakan oleh CV Gusti Sapta, ke Dinas PUPR Kerinci.

Diduga kuat akibat dari aspal emulsi lapis resap pengikat atau lapis perekat, yang disiramkan tidak merata dan menutupi seluruh badan jalan yang akan diperbaiki.

Pengerjaannya pun terburu – buru dan terkesan dipaksakan karena sudah lewat waktu. Seharusnya dikerjakan di pertengahan tahun 2021, sehingga pengerjaan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi,yang berakibat kepada kualitas jalan sangat diragukan.

Berbagai netizen pun turut berkomentar macam – macam, tidak bisa disangkal karena yang komen adalah putra daerah itu sendiri yang berasal dari daerah itu sendiri dimana proyek berada.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Jambi Persatuan Wartawan Reaksi Cepat Pelacak Kasus (PWRCPK) Rusdi Purnama,SH mengatakan,kepada Sergap bahwa pihaknya sedang merampungkan data dan informasi yang akan dijadikan bahan dan bukti laporan mereka ke institusi penegak hukum di Kejaksaan Tinggi Jambi.

Menurut Rusdi mengaspal di atas jalan Tanah liat/licin, Prime coat yang sangat tipis bahkan banyak yang tidak diprime coating padahal sangat mendasar sebagai pengikat aspal dengan base. “Itulah kualitas bangunan Proyek Peningkatan Jalan Dusun Sungai Dadap Desa Danau tinggi yang bernilai sangat fantastis itu,” terangya.

Kami sedang giat lakukan investigasi lapangan, mudah – mudahan segera rampung. Temuan ini patut disampaikan ke penegak hukum. Anggaran senilai Rp 4 miliyar seharusnya memberikan dampak positip bagi masyarakat. namun ini terlihat sangat berbeda sekali.

Malah mengakibatkan kerugian yang maksimal bagi warga. Dalam hal ini semestinya pihak pengguna anggaran harus bertanggung jawab,” ujar Rusdi kepada sergap belum lama ini.

Selanjutnya Rusdi mengatakan bahwa pembangunan yang semestinya memberikan manfaat bagi warga namun justru tidak, sebaiknya menjadi perhatian serius oleh pihak penegak hukum. “Kami berharap tim pemeriksa segera audit pekerjaan ini,” tuturnya.

Salah seorang Rekanan yang layak dipercaya selaku tim pengawas saat dikonfirmasi wartawan menyebutkan dirinya segera meminta kontraktor memperbaiki pekerjaannya.

“Karena pekerjaan itu masih tahap pemeliharaan, maka kita akan minta kontraktornya supaya memperbaiki pekerjaanya.

Selama enam bulan itu masih tangung jawab mereka (kontraktor-red),”jelasnya sembari berjanji akan terus mengapresiasi laporan masyarakat pengguna jalan.

Terkait proyek jalan tersebut,Konsultan Pengawas ,PPTK & PPK saat di hubungi melalui Hpnya belum bs dihubungi/ tidak menjawab.

(Tim)

 398 total views,  4 views today

Komentar

NEWS