oleh

Beberapa Ortu SDN 19 Durian Kapeh, Keluhkan Kebersihan dan Jamban Siswa

SERGAP.CO.ID

KAB. AGAM, || Hampir dua tahun masa pandemi,yang menerpa kehidupan masyakat,sangat berdampak di segala asfek. 

Beberapa bulan terakhir pemerintah telah kembali melonggarkan aturan.

Yang dari semula belajar dering,sekarang telah dapat belajar tatap muka.

Pada sekolah yang siswanya banyak di bagi persif untuk proses belajar mengajar.

Alhamdulillah para orang tua merasa lega,anaknya dapat belajar tatap muka. 

Namun sangat disayangkan aturan pemerintah untuk lebih meningkatkan pola hidup bersih terabaikan.

Tidak hanya mencuci tangan, menjaga jarak serta memakai masker. Menjaga kebersihan sekolah pun menjadi tanggung jawab bagi sekolah.

Sehingga terhidar dari penyebaran virus Covid 19.

Saat media ini sambangi SDN19 Durian Kapeh Plus Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam.

Beberapa orang tua siswa yang minta tidak sebutkan namanya keluhkan dengan tidak bisanya jamban (WC)di gunakan oleh siswa.

Kurang lebih satu tahun WC tidak dapat di pergunakan oleh siswa (alias rusak). 

Apabila ada  siswa yang hendak buang hajat (buang air besar/kecil),siswa pulang kerumah masing-atau menumpang kerumah warga sekitar sekolah.

Sangat di sayangkan kondisi tersebut, apakah untuk perbaikan pompa air (sanyo)harus menunggu bantuan dari pemerintah.

Bagaimana sekolah SDN 19 bisa menciptakan sekolah yang berkwalitas, dan sehat untuk kebersihan saja sangat jauh. Ujar ortu tersebut.

Coba dilihat di belakang sekolah,sampah yang tidak terurus. Kami menyakini jika tidak segera di benahi kebersihan sekitar sekolah dan WC bakal berdampak pada kesehatan siswa, di tambah masa pandemi covid 19 yang masih menghantui kehidupan masyarakat. jelasnya.

Ditempat yang sama salah seorang ortu siswa juga menyampaikan kondisi WC yang tak bisa digunakan siswa. WC dibangun bersamaan dengan renopasi sekolah sekitar 3-4 tahun silam.

Rumor saat itu mesin (Sanyo) dibeli dengan harga cukup tinggi sekitar 10 juta.

 Nah kenapa dengan kerusakan saat ini pihak sekolah tidak mampu untuk memperbaikinya. Apakah SDN19 tidak dapat Dana BOS. Sangat patut dipertanyakan, kesalahan dimana? Ucap ortu yang nyampaikan kekecewaan terhadap sekolah.

Sementara itu ketua Dpw LSM Garuda NI Sumbar Bj Rahmad komentari keluhan orang tua siswa, dan mengatakan agar pihak UPTD segera menindak lanjuti informasi tersebut.

Juga Dinas Pendidikan Kabupaten Agam agar selalu melakukan pengawasan terhadap sekolah-sekolah,sehingga tau dengan kondisi-kondisi sekolah-sekolah, bukan hanya menerima laporan.

Bupati Agam sudah jelas-jelas menyampaikan, akan meningkatkan mutu pendidikan.Salah satu penunjang tersebut adalah sekolah sehat. Ujar BJR.

Saat berita ini diterbitkan pihak sekolah belum terhubung.

(Zam)

 830 total views,  2 views today

Komentar

NEWS