oleh

Ketua PWI Cirebon Dimintai Keterangan Oleh Polisi, Terkait Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan

SERGAP.CO.ID

CIREBON, || Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cirebon, Moh. Noli Alamsyah memberi keterangan ke penyidik Polres Cirebon Kota terkait dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan yang melibatkan oknum pegawai Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung berinisial Is.

Noli datang ke Unit Tipiter Satuan Reskrim dan diterima penyidik pada Rabu, 3 November 2021.

“Ada 15 pertanyaan yang diajukan penyidik. Intinya dimintai penjelasan terkait peristiwa yang terjadi pada Jumat, 29 Oktober 2021. Pertanyaan seputar lontaran kalimat, “Itu media kurang ajar, maksudnya apa”. Saya dimintai keterangan dalam kapasitas sebagai saksi,” ujarnya.

Kepada penyidik, lanjut dia, disampaikan pula hal-hal yang membuat wartawan merasa terhina atas lontaran kalimat Is.

“Ditanyakan pula apakah yang merasa terhina itu profesi wartawan atau individu jurnalis yang saat itu sedang melakukan peliputan. Saya sampaikan kalimat media kurang ajar berkonotasi dugaan penghinaan terhadap wartawan secara umum, bukan pribadi-pribadi,” paparnya.

Ketua PWI juga mengungkapkan dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan terjadi saat para jurnalis meliput kegiatan check point atau pemeriksaan kartu vaksin terhadap pengendara dari luar kota yang ingin masuk ke Kota Cirebon, pada Jumat (29 Oktober 2021) di depan kantor Bakorwil di kawasan Krucuk.

Ketika itu ada pengendara yang mengaku bertugas di kantor BBWSCC, diperiksa anggota Satuan Lalu Lintas.

Entah kenapa, sang pengemudi kurang berkenan ketika melihat para wartawan yang sedang menjalankan tugas peliputan. Oknum pegawai BBWSCC itu kemudian melontarkan kata-kata penghinaan, “media kurang ajar, maksudnya apa”.

“Kurang ajar apa? Kawan-kawan wartawan sedang menjalankan tugas peliputan. Kerja wartawan dilindungi UU No. 40/99 tentang Pers,” tegasnya.

(Agus S)

 260 total views,  6 views today

Komentar

NEWS