oleh

Penyandang DIsabilitas Jadi Korban Rudapaksa, Lisda Hendrajoni: Urgensi RUU TPKS Semakin Ditekan.

SERGAP.CO.ID

JAKARTA, || Kasus kekerasan seksual hingga saat ini masih terus terjadi di Indonesia. Baru-baru ini yang menarik perhatian masyarakat yakni di kasus Rudapaksa di Bima Nusa Tenggara Barat. Parahnya korban kekerasan seksual kali ini adalah seorang penyandang disabiltas. 

Namun saat ini seorang yang diduga pelaku dilepaskan oleh pihak kepolisian karena kurangnya barang bukti.

Terkait hal tersebut, anggota DPR RI yang getol dengan pengesahan RUU Tindak Pidana Kekerasan (Seksual, Lisda Hendrajoni menyebut bahwasanya urgensi RUU TPKS semakin jelas untuk segera disahkan. Pasalnya yang paling diutamakan oleh RUU tersebut adalah perlindungan bagi korban, selama proses hukum berlangsung.

“Kasus ini kembali menekankan urgensi dari pengesahan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Berulangnya kasus kekerasan seksual semestinya menggugah hati para wakil rakyat di DPR (Baleg) untuk segera mengesahkan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual karena UU tersebut memberikan perlindungan maksimal terhadap korban,” ungkap anggota Komisi VIII tersebut.

Srikandi Partai NasDem ini juga mendesak pihak Polri agar  tidak cepat menyerah untuk mencari dan menemukan bukti tindak pidana kekerasan seksual,serta membawa setiap pelaku tindak pidana kekerasan seksual ke meja persidangan.

“Kita prihatin jika pelaku kekerasan seksual akhirnya lolos dari jeratan hukum dengan alasan kurangnya barang bukti, sementara korban akan menanggung beban akibat dan trauma sepanjang hidupnya, Kita berharap dan meminta kepada Pihak Kepolisan agar tidak cepat menyerah dalam pengungkapan kasus tersebut dan segera menemukan barang bukti yang kuat,” harapnya.

Lisda juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah setempat, yang menjamin perlindungan terhadap korban hingga saat ini. Selain itu menurut Lisda, korban juga harus mendapatkan trauma healing selama masa proses hukum masih terus berlangsung.

Anggota DPR RI dari asal Provinsi Sumatera barat tersebut, juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar aktif dan melaporkan jika terjadinya adanya dugaan kekerasan seksual kepada pihak berwajib. Selain itu perlu adanya pencegahan dimulai dengan lingkungan sekitar dengan saling menjaga keluarga.

“ Pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan harus dimulai dari lingkungan terdekat, peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungannya menjadi penting dalam pencegahan kekerasan pada anak dan perempuan,” pungkasnya.

(WH)

 277 total views,  4 views today

Komentar

NEWS