oleh

Setelah Ramai Diberitakan, KPM PKH Merasa Tertekan oleh Oknum Pendamping

SERGAP.CO.ID

PANDEGLANG, || Belum lama ini viral pemberitaan beberapa di media online terkait adanya dugaan pungutan liar (Pungli) terhadap KPM PKH yang dilakukan oleh oknum ketua kelompok Desa Sukadame Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang, Banten, beberapa hari yang lalu, namun apa yang terjadi pada LS selaku KPM PKH merasa di intimidasi oleh oknum pendamping PKH. Hal itu dikatakan Leni Susilawati, pada Kamis (11/11/2021).

Leni Susilawati menyampaikan bahwa awalnya dirinya dijemput oleh suami Hafidoh dan dipaksa agar ikut bersamanya, namun setelah tiba di kediaman Adharudin selaku Pendamping PKH dirinya dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan.

“Saya dibawa kerumah pak Adharudin dimana didalam rumah tersebut sudah ada ibu Hafidoh, pak Deden juga dan satu orang lain yang saya tidak kenal. Setibanya dirumah tersebut pak Adharudin marah-marah ke saya, saya pun merasa takut, juga merasa tertekan. Kemudian pak Adharudin juga menyuruh dan memaksa saya untuk menandatangani surat pernyataan yang dibuat oleh pak Deden dengan terpaksa saya memenuhi permintaannya tersebut,” bebernya.

“Padahal setiap pencairan dana PKH selalu menerima uang sebesar Rp. 40.000 dari Hafidoh,” imbuhnya.

Sementara itu Hafidoh selaku ketua kelompok saat dimintai keterangan mengatakan bahwa masalah ini sudah di klarifikasi oleh pihak Dinsos pak dan sudah beres.

“Masalah ini sudah di Klarifikasi pihak Dinsos Pandeglang, terkait itu juga setiap pencairan saya selalu bersama pendamping dan itu pun yang mencairkan KPM sendiri pak,” pungkasnya

Namun bedahalnya dengan KH selaku KPM PKH mengatakan bahwa selama ini kartu ATM miliknya selalu di pegang oleh Hafidoh dirinya hanya menerima uang tersebut.

“Untuk ATM milik saya dipegang oleh Hafidoh, setiap pencairan PKH juga kami tidak tau hanya menerima uang saja dari Hafidoh, juga yang diterima tidak sesuai dengan setruk penarikan.

“Jadi yang saya terima dari dana bantuan sosial PKH tersebut tidak sesuai dengan setruk penarikan dan hingga sekarang juga kartu ATM milik saya masih dipegang sama ibu Hafidoh, tapi itu pun bukan kemauan saya,” ujarnya.

Ditempat terpisah SM selaku tokoh pemuda Desa Sukadame menyayangkan akan hal itu terjadi, meminta kepada dinas terkait dan pihak penegak hukum jika ada indikasi tindak pidana agar persoalan ini ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang ada di NKRI.

“Terkait dengan adanya pungutan liar terhadap KPM PKH yang dilakukan oleh oknum ketua kelompok, dan juga adanya intimidasi terhadap ibu Leni Susilawati dan memaksa ibu Leni menanda tangani surat pernyataan tersebut, sudah jelas yang dirugikan itu KPM, kenapa harus ada intimidasi,” ungkapnya.

“Dan jika ini benar terjadi, kami minta kepada pihak terkait dan pihak APH segera melakukan pemeriksaan terhadap kejadian ini,” pungkasnya

Hingga berita ini ditayangkan, saat dihubungi melalui telepon seluler pendamping PKH dan Kordinator Kecamatan tidak memberikan jawaban.

(Tam)

 184 total views,  2 views today

Komentar

NEWS