oleh

Adanya Aksi Demo 6 Kali Dalam Sebulan Di Banyuwangi Akibat Rancunya Birokrasi

SERGAP.CO.ID

BANYUWANGI, || Beberapa minggu ini di Kabupaten Banyuwangi kita disajikan oleh tontonan aksi demo yang sudah 6 kali aksi secara terus menerus. Semuanya menuntut pemberhentian dari jabatan, Jum’at (12/11/2021).

Menurut Eko Budiyanto menjelaskan Pertama, aksi demo yang menuntut Bupati lengser. Diduga karena tidak becus mengelola pemerintahan akibat pelepasan Kawah Ijen ke Kabupaten Bondowoso. Yang kedua, aksi demo menuntut salah satu Kepala Dinas untuk diberhentikan atau diganti yang digelar 2 kali setiap minggu, diduga lantaran buntut dari hibah sapi bergulir yang macet senilai 2 milyar lebih.

Ketiga, aksi demo di luar konteks Pemkab, yakni menuntut staf senior Badan Pertanahan Banyuwangi untuk diberhentikan atau diganti dan juga digelar 2 kali setiap minggu, lantaran sudah terlalu lama menduduki jabatan tersebut sehingga membuat pelayanan dalam BPN Banyuwangi jadi rancu.

Keempat, aksi demo menuntut Kepala Desa untuk diberhentikan, lantaran tidak bisa mengayomi warganya yang sampai saat ini masih berkonflik masalah tanah desa pakel dengan perkebunan PT. Bumisari.

Caption : Eko Budiyanto Ketua Region Jawa Timur LPBI Investigator

Munculnya mosi tidak percaya tersebut rata-rata didasari oleh kekecewaan oleh publik figure pejabat yang ada saat ini di Banyuwangi. Salah satunya dimulai dari bentuk pelayanan publik yang kurang maksimal, dan terkesan justru mempersulit akibat dari rancunya birokrasi dan adanya tumpang tindihnya aturan, dan pengelolaan pemerintahan yang terkesan semrawut sebagai contoh, penataan tataruangnya, tarik ulur pembuatan regulasi aturan berupa Perda, tarik ulur kepentingan pada penunjukan PLT Kadis dan masih banyak lagi.

Selain itu pejabat kita di Banyuwangi ini anti kritik, kalau ada orang yang mengkritik dan memberikan solusi justru akan dimusuhi, karena mereka sudah pada zona nyaman yang enggan bergeser dengan adanya era baru saat ini mengikuti adanya perkembangan zaman, semuanya sudah harus transparan terutama dalam pengelolaan keuangan negara, apalagi pengelolaan aset di Banyuwangi masih semrawut dan masih banyak aset yang bernilai milyaran yang mangkrak hingga saat ini.

( Editor: Iwan/Waluyo)

 176 total views,  8 views today

Komentar

NEWS