oleh

Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni : Kecam Korban Rudapaksa Di Kota Padang, Para Korban Harus Dilindungi Oleh Pihak Berwajib

-BERITA, JAKARTA-229 views

SERGAP.CO.ID

JAKARTA, || Kasus dan peristiwa Rudapaksa yang terjadi di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat yang baru baru ini terjadi, selain menelan korban anak dibawah umur para pelaku pemerkosaan tidak lain dari kakek dan sepupunya yang masih juga dibawah umur, sampai tetangga korban, mendapatkan kecaman dari Anggota DPR RI.

“Ya, kami sangat mengecam dengan peristiwa yang terjadi, tidak ada toleransi bagi para pelaku kekerasan seksual, apalagi korbannya anak dibawah umur, dan diduga pelaku merupakan keluarga korban itu sendiri,” kata Lisda Hendrajoni Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil 1 Sumbar, ketika dihubungi sergap.co.id, Rabu, (17/11).

Dikatakan oleh Lisda Hendrajoni, Srikandi NasDem itu, Kami akan mengawal proses hukum kasus ini, hingga para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

“Kami akan kawal kasus ini, diharapkan proses hukumnya terhadap pelaku di proses sesuai hukum yang berlaku di negeri ini,” terangnya.

Lebih lanjut Lisda menyebutkan, dan berharap korban mendapatkan perlindungan yang semestinya, sehingga tidak mendapatkan intervensi dari pihak manapun. Bahkan kalau perlu korban mendapatkan pendampingan dari pihak KPAI ataupun Dinas Sosial setempat, dan diawasi agar tidak mendapatkan tekanan.

“Jadi kita berharap pihak kepolisian dapat menguapkan motif sebenarnya dalam kasus ini. Selain itu, perlindungan terhadap korban harus sangat-sangat intense, agar tidak mendapatkan intervensi dari pihak manapun, termasuk keluarga besarnya. Karena kan ini pelakunya pihak keluarganya sendiri. Kalau perlu minta KPAI agar didampingi 24 jam,” tuturnya kembali.

Anggota Komisi VIIi tersebut juga menyebutkan, bahwasanya peristiwa semacam inilah yang menjadi urgensi RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) segera disahkan. Dan kabar gembiranya menurut Lisda akan segera disahkan akhir November tahun ini.

“ Inilah urgensi RUU TPKS segera disahkan. Peristiwa seperti ini bisa jadi terus berulang, karena belum adanya aturan menakutkan yang jelas bagi pelaku kekerasan seksual dan belum adanya aturan perlindungan bagi korban kekerasan seksual. Insha Allah akhir November ini disahkan, sesuai Informasi dari Ketua Tim Panja,” jelas Lisda.

Menurut keterangan dari Kasat Reskrim Polresta Padang, kronolgi kasus rudapaksa oleh sekeluarga terhadap anak di bawah umur di Padang, Sumatera Barat, merupakan masih anggota keluarga, berawal dari kakek korban berinisial “J” (65).

Peristiwa tersebut diketahui oleh paman korban berinisial “R”, namun malah melakukan hal yang sama kepada korban. Bahkan kakak korban berinisial “G” yang juga mengetahui perbuatan keji tersebut tidak melaporkan ke pihak kepolisian dan ikut-ikutan melakukan perbuatan tercela tersebut kepada adik kandungnya yang masih berusia 5 dan 7 tahun.

Tidak berhenti di situ saja juga ada pelaku yang masih di bawah umur yang melakukan perbuatan rudapaksa terhadap kedua korban, masing-masing RG, 11 dan G 10 tahun.

“Kami sudah menangkap empat pelaku cabul yang merupakan masih anggota keluarga korban, sementara dua lainnya masih di bawah umur, ada enam dan empat sudah kami tangkap,” jelas Kasat Reskrim Polresta Padang, KOMPOL Rico Fernanda.

(WH)

 482 total views,  12 views today

Komentar

NEWS