oleh

Viral Video Miris Kades Kabat Tersulut Emosi”

SERGAP.CO.ID

BANYUWANGI, || Akhir-akhir ini banyak sekali video viral tersebar ke masyarakat, mulai dari pengacara ucapkan salam Banyuwangi sambil bawa miras atau Advokat lemparkan jutaan Rupiah di depan Mapolsek.

Akan tetapi, kemarin beredar lagi video yang menggelikan tersebar di WhatsApp. yaitu potongan video berdurasi kurang dari 3 menit, di duga kuat dalam video ini adalah Kepala Desa Kabat bernama Mislani sedang teriak-teriak kepada seseorang yang mengaku wartawan. Lumayan mengocok perut dan hiburan bagi penikmat ocehan konyol seperti mengingatkan kembali acara sinetron televisi “Pepesan kosong”.

Masih ingatkah anda dengan sinetron humor “Pepesan kosong”?…
Salah satu pemeran utamanya adalah pelawak senior Malih Tongtong yang berperan sebagai Kepala Desa yang Songong, sok pintar tapi gak nyambung.

Beda antara Pepesan kosong dan video ini adalah, jika pepesan kosong merupakan sinetron yang di skenariokan tapi video Kades Kabat ini tanpa di setting.

Sambil menunjuk ke kamera wartawan, dengan suara lantang kades Kabat berkata”mana surat kuasa hukum, sampean taat hukum nggak, kan ada pasal pendampingan”. Sementara pemegang kamera sudah menunjukkan id card nya dan mengatakan”saya wartawan”berulang kali. (17/11/2021).

Menanggapi video Kades dan wartawan itu, menurut Faruk Wahyudi Kabiro Banyuwangi Tabloid Doreng 45 mengatakan”memang dalam potongan video itu tidak jelas kronologi awalnya seperti apa, meskipun informasi dari wartawan inisial AK melalui telepon selulernya mengatakan dia sedang meliput sengketa tanah milik warga, di duga Kadesnya tidak adil dalam menyikapinya.

Akan tetapi yang saya sayangkan adalah sikap Kades Kabat terhadap wartawan, jelas itu melanggar UU pers yang di dalamnya mengatakan UU Pers menjamin jurnalis untuk melakukan peliputan tanpa intimidasi dan diskriminasi pembatasan dari pihak mana pun.

Untuk itu saya dan beberapa wartawan yang tergabung di sejumlah media akan melakukan konfirmasi Ke desa Kabat dalam waktu dekat ini,guna mendapatkan penjelasan yang berimbang demi menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. “Pungkasnya.

(Iwan/waluyo)

 372 total views,  2 views today

Komentar

NEWS