oleh

Oknum Sekdes Cidenok Ajak LSM dan Wartawan Berduel Saat Di Komfirmasi Terkait Realisasi Anggaran BUMDes

SERGAP.CO.ID

MAJALENGKA, || Sikap arogansi yang tidak terpuji oleh oknum Sekretaris Desa (Sekdes) Cidenok Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat sangat tidak pantas dilakukan oleh perangkat desa. Pasalnya, oknum Sekdes Cidenok berinisial N itu, saat dikonfirmasi oleh LSM dan wartawan terkait realisasi dana BUMDes malah nantang duel.

Saat dikonfirmasi yang di langsir Ciber88 dua anggota LSM GMBI Distrik Majalengka yakni Vicky Kadiv Ekonomi dan A. Mustopa Kadiv Non Ligitasi serta ketiga wartawan media online mengaku, konfirmasinya pada Sekdes tersebut untuk menanyakan realisasi anggaran BUMDes Denok Mandiri senilai Rp.100 juta yang bersumber dari dana desa tahun 2021 yang diduga adanya kejanggalan dan penyelewengan.

“Hal inilah yang membuat Sekdes Cidenok tidak terima dan naik pitam serta mengajak dua anggota LSM dan tiga wartawan untuk bertarung (adu jatos) dengan dirinya,” Kata Vicky.

Vicky mengungkapkan, saat dikonfirmasi Sekdes mengatakan, bahwa realisasi anggaran untuk BUMDes sebesar Rp.100 juta tersebut dibagi dua, yakni dibelikan ternak kambing Rp.50 juta dan Rp.50 jutanya untuk simpan pinjam di koperasi wanita.

“Padahal berdasarkan dari acuan dan peruntukannya anggaran Rp.100 juta itu untuk pengembangan wisata. Hal ini sesuai pengajuan proposal yang dilakukan pihak BUMDes,” terang Vicky yang didampingi A.Mustopa.

Oknum Sekdes sendiri saat diwawancara, Selasa (9/11), lanjut dia, mengakui jika awalnya anggaran Rp.100 juta itu akan digunakan untuk pengembangan wisata. Namun Ia berkilah jika anggaran tersebut digunakan untuk pengembangan wisata tidak cukup.

Ketika di cecar pertanyaan terkait siapa direktur BUMDes? serta siapa ketua koperasi simpan pinjam? dan dimana kantor koperasinya? Kata Viky, oknum Sekdes itu menjawab bahwasannya ketua BUMDes adalah istrinya dan ketua koperasi juga istrinya sendiri dan istrinya Kaur aset. Bahkan, kantor koperasi pun bertempat di rumah pribadinya.

Namun setelah dia menjawab semua pertanyaan yang diajukan dua anggota LSM GMBI Distrik Majalengka serta Wartawan. Tiba-tiba dia berdiri dan entah apa maksudnya dia mengajak salah satu wartawan untuk masuk kedalam salah satu ruangan Balai desa. Tetapi karena ajakannya tidak dituruti, akhirnya Nano keluar dari kantor desa.

“Diluar Nano terdengar dia berteriak-teriak dan menangtang untuk bertarung dengan kami berlima. Dan terdengar pula oleh kami dia menyuruh penjaga kantor desa untuk mengurung kami di dalam ruangan Balai desa. “Tutur Vicky.

Tidak hanya menyuruh kami untuk dikurung, lanjut Vicky, dia juga menyuruh agar si penjaga kantor desa untuk mengumpulkan warga.

“Dia terlihat oleh kami, dia sempat akan buka baju dinasnya untuk menangtang bertarung. Namun beruntung emosinya bisa diredam oleh kedua wartawan yakni Kosim dan Sigit yang kebetulan dulunya teman dekatnya,” Beber Vicky.

“Namun, sepertinya oknum Sekdes tetap tidak terima bila anggaran BUMDes didesanya diusik oleh kami. Buktinya setelah dia sempat dilerai lalu pergi, dia tetap mengumbar akan mengumpulkan warga kemungkinan untuk mengeroyok kami,” Ungkap Vicky.

Mendapat ancaman dan arogansi oknum Sekdes, hal ini mendapat kecaman keras dari ke dua anggota LSM GMBI Distrik Majalengka tersebut.

Mereka meminta kepada pihak Dinas DPMD dan Inspektorat untuk mengaudit  Anggaran BUMDes tersebut serta kepada Kepala Desa untuk mengevaluasi terkait tingkah laku oknum Sekdes tersebut yang dianggapnya sudah keterlaluan dan penyimpang sebagai pelayan masyarakat dan perangkat desa.

“Pemda Majalengka harus tahu jika ada perangkat desa Cidenok yang kelakuannya tidak mencerminkan sebagai abdi masyarakat. Kami minta perangkat desa seperti Nano itu diberhentikan,” Tegas Vicky.

A. Mustopa menambahkan, hal ini menurutnya sangat berbahaya jika ada perangkat Desa seperti dia terus dibiarkan.

“Bagaimana mau memberikan pelayanan yang baik kepada warga, terhadap kita saja sebagai tamu dia berbuat arogan,” Tandas A. Mustopa.

Ia pun mengaku, selama ini banyak informasi yang masuk kepada pihaknya, jika ada wartawan atau LSM yang akan melakukan kontrol sosial ke Desa Cidenok, oknum Sekdes tersebut selalu menunjukan sikap tak bersahabat.

“Kami minta kepada Kuwu (Kades) Cidenok untuk memberhentikan dia sebagai perangkat Desa. Karena sudah tidak pantas dicontoh apalagi dijadikan panutan,” Tegas Vicky.

Saat dihubungi via WhatsApp, Sigit Bisri dan Kosim membenarkan dengan kejadian tersebut.

“Iya Pak, betul kami telah diprilakukan seperti itu ditantanganin duel/bertarung oleh oknum Sekdes itu, padahal dia itu kenal dengan kami dan saya sangat kaget, kok begitu sifatnya.

‘Saya juga bingung kok begitu, padahal kami cuma untuk mendampingi kedua anggota LSM GMBI dengan adanya temuan itu, bahkan kamipun juga tidak akan menyudutkan Sekdes”. Herannya.

Sementara itu, Maman Suparman, Kades Cidenok mengaku tidak tau adanya kejadian itu. Ia mengatakan saat kejadian sedang berada di luar desa.

“Sebenarnya pada saat kejadian itu saya sedang di luar desa, sedang ada kepetingan. Betul kalau Sekdes itu sudah 2 tahun bekerja di Pemeritahan Desa,” Ucap Kades melalui sambugan WhatsApp.

Dia sebetulnya yang sepengetahuan saya biasa saja sama perangkat yang lainnya, dan kalau betul-betul itu terjadi, saya atas nama Kepala Desa akan menegur dan tindak tegas. “Tandasnya.

“Bahkan saya akan mengajukan pengunduran dirinya dan saya akan kordinasi ke pihak BPD bahkan kepada pihak Kecamatan, atas perilakunya yang tidak mengindahkan,” Jelasnya, Selasa (16/11/2021).

“Kami atas nama Kepala Desa Cidenok merasa terpukul atas kejadian itu, pasalnya Media, LSM, dan lembaga lainnya adalah mitra kami. Kami sangat membutuhkan dan menerima keritikan-kritikan, Maka dari itu sekali lagi saya akan mengeluarkannya,” Pungkasnya.

[Tt/M. Ali)

 322 total views,  2 views today

Komentar

NEWS