oleh

Warga Kampung Pasir Datar Kawalu Tuntut PT. Bangun Pilar Patroman Terkait Dampak Proyek Pelebaran Jalan Provinsi

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Warga Kampung Pasir Datar Rt 03/Rw 07 Kelurahan Gunung Gede Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat mengeluarkan peryataan yang di bumbuhkan tanda tangan di masing-masing warga yang terdampak pencemaran sumur akibat proyek Pelebaran jalan Provinsi di Jalan Syeh Abdul Muhyi. Jumat (19/11/21).

Sebelum mengeluarkan peryataan salah satu warga Rido yang mewakili melaporkan keluhannya kepada Bapak Yuyu selaku Humas pihak Dinas Bina Marga Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V pada tanggal 3 November 2021 dengan janji 3 hari setelah di lapokan akan  di kerjakan, Namun yang di janjkan dinas tersebut tidak pernah di gubris alias di abaikan di anggap pepesan kosong.

Rido menilai Dinas terkait di anggap lalai dalam tugasnya dan hanya mementingkan kepentingan Rekanan dari pada kepentingan masyarakat  yang terdampak banjir yang  mengakibatkan sumur warga tercemar dari pekerjaan pelebaran jalan tersebut.

Selain itu, Kami meminta pertanggungjawaban terhadap Pemerintah dan pelaksana PT. Bangun Pilar Patroman sebagai penyedia jasa dan PT. Pelaksana Disain Daya Cipta serta PT. Gunung Giri Rngineering Consultant (KSO) selaku konsultan pengawas.

Warga Kampung Pasir Datar Kawalu Tuntut PT. Bangun Pilar Patroman Terkait Dampak Proyek Pelebaran Jalan Provinsi

Yang mana akibat dari kegiatan proyek tersebut, Kami kena dampaknya yakni kebanjiran. Airnya meluap dan  terjadi pencemaran terhadap sumur yang di pakai untuk minum dan keperluan sehari-hari.

Maka dari itu kami sepakat atas nama warga yang terdampak membuat pernyataan memohon kepada LSM, Wartawan dan Lembaga penyelamat Lingkungan Hidup untuk ikut serta andil memperjuangkan hak kami yang di rengut oleh PT. Bangun Pilar Patroman. Tegasnya.

Di tempat terpisah Rizal selaku Consultan, mengatakan kepada Sergap.co.id saat di komfirmasi Kamis 18/11/21 “ Kami mengerjakan pekerjaan hanya mengikutin intruksi dari pelaksana PT. Bangun Pilar Patroman.

Sementara menurut Pelaksana pekerjaan Hendra kami hanya pesuruh karena yang punya kebijakan bapak Irman dari PT. Bangun Pilar Patroman, selain itu Bapak Irman juga mengatakan jawaban bahwa pekerjaan tersebut sudah di serahkan kepada pelaksana dan konsultan di lapangan.

Namun sangat di sayangkan dari hasil keterangan yang di himpun di simpulkan saling lempar dan sembunyi tangan. “ Kami yang mewakili warga sepakat akan melaporkan pekerjaan ini kepada pihak yang berwajib untuk bisa memperjuangkan hak kami yang terdampak dari pekerjaan tersebut. “ Pungkasnya Rido.

(Rizal)

 288 total views,  6 views today

NEWS