oleh

Puncak Peringatan HUT PGRI Dan Hari Guru Nasional Tahun 2021 Tingkat Kabupaten Kuningan

SERGAP.CO.ID

KAB. KUNINGAN, || Peringati HUT PGRI Ke-76 di rangkai dengan Hari Guru Nasional (HGN) di Indonesia, setiap tahunnya diperingati pada 25 November merupakan bentuk rasa hormat dan terima kasih kepada Guru Guru di  Kabupaten Kuningan atas jasa mereka.

Hal itulah yang dilakukan jajaran Pemkab Kuningan dengan melakukan upacara Memperingati Hari Guru yang dipimpin oleh Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH. MH.  dihadiri wakil bupati  H. M Ridho Suganda, SH., M.Si sekda  Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, Ketua PGRI Kuningan H. Pipin Mansur Aripin MPd, Kadis Pendidikan & Kebudayaan Kabupaten Kuningan Drs. H. Uca Somantri, MSi Forkopimda juga para pimpinan perangkat daerah, serta perwakilan guru se-Kabupaten Kuningan. Sabtu (27/11/2021).

Ketua Umum Pengurus Besar PGRI H. Pipin Mansur Aripin M.Pd dalam sambutannya menyampaikan, dalam rangka HUT ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional. Mari kita kembali mengenang sejarah 76 tahun lalu, ketika para guru di seluruh tanah air yang tergabung dalam puluhan organisasi guru yang berbeda paham dan golongan, dengan semangat dan niat mulia bersepakat melebur menjadi satu wadah organisasi, yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI. “Ungkapnya.

Tepat seratus hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 25 November 1945, PGRI hadir sebagai wadah perjuangan guru, pendidik dan tenaga kependidikan, memperjuangkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, berperang melawan kebodohan dan keterbelakangan, serta berkhidmat untuk memajukan pendidikan nasional.

Setelah 76 tahun Indonesia merdeka, jati diri PGRI sebagai organisasi profesi, organisasi perjuangan, dan organisasi ketenagakerjaan yang bersifat independen, unitaristik, dan non partisan senantiasa terus dijaga, dan melekat dalam dada pengurus, pejuang, aktivis, dan para guru, pendidik, serta tenaga kependidikan. “Tututrnya.

H. Pipin  juga menambahkan, sebagai rumah besar perjuangan para guru, pendidik, dan tenaga kependidikan, PGRI terus bergerak, mengabdi, dan memperbarui diri agar senantiasa adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman yang terus berkembang.

Tahun 2021 ini, kita memasuki tahun kedua dalam suasana pandemi Covid-19. Penanganan pandemi covid-19 di tanah air sangat menggembirakan, sehingga memungkinkan sekolah di berbagai penjuru tanah air, kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas.  Pembelajaran kembali dapat dilakukan secara luring maupun bauran, dengan pembelajaran daring dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Dan tidak ingin sekolah menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19. “ Pungkasnya.

Oleh karena itu, keselamatan dan kesehatan anak didik, pendidik, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama. Dengan kembali dibukanya sekolah, diharapkan dapat menekan angka learning loss dan meminimalisasi terjadinya lost generation pada anak didik kita.

PGRI sebagai organisasi profesi merupakan kekuatan moral intelektual para guru, pendidik, dan tenaga kependidikan. Dalam perjuangan mengangkat harkat martabat anggotanya, PGRI lebih mengedepankan sikap terbuka atau inklusif, memegang teguh etika, saling menghormati dalam spirit organisasi yang mandiri, unitaristik dan non partisan. “ Ujarnya.

PGRI terus menjaga kemitraan yang strategis dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta menjadi saluran aspirasi para anggotanya dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

PGRI sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah yang memprioritaskan pemberian vaksin bagi para guru, pendidik, tenaga kependidikan, siswa, dan mahasiswa, dan kini telah dimulai pemberian vaksin bagi anak didik di bawah usia 12 tahun.

Prioritas pemberian vaksin di lingkungan pendidikan ini, merupakan wujud perhatian dan komitmen pemerintah pusat dan pemerintah daerah, tentang pentingnya sektor pendidikan.

Ketua PGRI H. Pipin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pemkab Kuningan, Kemendikbud, Kemenpan, Kemendagri, dan pemerintah pusat dan daerah yang responsif terhadap permasalahan guru yang selalu diperjuangkan PGRI dan seluruh guru, pendidik, tenaga pendidikan, dan utamanya guru honorer yang selama ini tiada kenal lelah, mengisi kekosongan formasi guru dengan mengajar sepenuh hati di sekolah. Tanpa dedikasi mereka, dapat dibayangkan bagaimana berlangsungnya proses pembelajaran apabila gurunya tidak ada. Wajar, apabila berbagai pihak memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan dan peningkatan kualitas mereka. “Jelasnya.

Sementara seluruh jajaran Penerimaan ASN melalui pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau P3K guru di tahun 2021 ini, telah memberikan peluang dan kesempatan bagi guru honorer untuk mengikutinya. Yang terus berkomitmen memberikan perhatian pada peningkatan kesejahteraan guru honorer di daerah, dan memberikan kesempatan setara kepada semua guru tanpa membedakan status mereka, untuk beroleh kesempatan meningkatan kapasitas profesi.

Maka dari itu, masih banyak pekerjaan rumah yang akan terus diperjuangkan PGRI, kami mohon kawan kawan bekerja dengan sungguh sungguh, menjaga integritas, menjadi contoh dalam pendidikan karakter dan jangan mudah meninggalkan ruang kelas. Tuturnya.

(Agus M)

 308 total views,  6 views today

Komentar

NEWS