oleh

13 Desa Di Kabupaten Kuningan Dilanda Banjir Hingga Tanah Longsor

SERGAP.CO.ID

KAB. KUNINGAN, || Musibah bencana alam berupa banjir hingga tanah longsor melanda 13 desa di Kabupaten Kuningan Jawa Barat Peristiwa ini dipicu akibat hujan lebat pada Minggu (13/3/2022) sore hingga malam hari.

Bahkan akibat tanah longsor jalan penghubung antar desa di Kecamatan Selajambe dan Kecamatan Ciwaru tertutup. Srhinnga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas.

Selain bencana banjir, ratusan rumah di beberapa Desa terendam air dengan kedalaman hingga 150 sentimeter. Termasuk pergerakan tanah, musibah ini mengakibatkan dua rumah milik warga terancam roboh.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana dalam keterangan persnya, Senin (14/3/2022), menjelaskan, belasan desa yang dilanda musibah banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah tersebar di tujuh kecamatan. Adapun masing-masing desa tersebut yakni Babatan, Langseb, Baok, Andamui, Ciwaru, Padahurip, Jamberama, Maleber, Datar, Garajati, Cipedes, Mekarsari dan Bunder.

“Seluruhnya tersebar di 7 (tujuh) kecamatan yaitu Kadugede, Lebakwangi, Ciwaru, Selajambe, Maleber, Cidahu, dan Ciniru. Paling banyak adalah kejadian banjir di tujuh desa, ini akibat hujan sehingga membuat sungai setempat meluap,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, Desa terdampak banjir masing-masing adalah Desa Bunder, Desa Mekarsari, Desa Garajati, Desa Datar, Desa Maleber, Desa Andamui, Desa Baok, Desa Langseb, dan Desa Babatan. Paling banyak terendam banjir berada di Desa Andamui mencapai 196 rumah, kemudian di Desa Garajati ada 60 rumah, dan Desa Baok terdapat 55 rumah.

“Selanjutnya untuk tanah longsor, paling parah di Kecamatan Selajambe dan Kecamatan Ciwaru. Sebab akibat material longsoran tanah, membuat akses jalan penghubung antar desa tertutup dan tidak bisa dilewati kendaraan bermotor,” terangnya.

Dia menyebutkan, kejadian tanah longsor yang menutup jalan berada di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciwaru dan Desa Padahurip, Kecamatan Selajambe. Ketebalan material longsoran tanah di Ciwaru lebih dari 2 meter, sedangkan di Padahurip mencapai 3 meter.

“Saat ini, kondisi sudah mulai teratasi karena kendaraan sudah bisa melintas. Sebab dibantu alat berat untuk pengerukan tanah, termasuk dengan bantuan petugas gabungan, relawan dan warga setempat,” pungkasnya.

(Agus M)

 300 total views,  4 views today

Sergap SERGAP

Gambar Gravatar
Untuk Menghindari Hal-Hal Yang Tidak Diinginkan, Kepada Instansi Yang Terkait Dan Narasumber Dapat Menanyakan Dengan Jelas Identitas Wartawan Kami Dan Memperhatikan Masa Berlaku Kartu Anggota/Surat Tugasnya Serta Nama Yang Bersangkutan Tercantum Di Box Redaksi Kami

Komentar

NEWS