oleh

Primajasa dan Arimbi Bersitegang, Ini Alasannya

SERGAP.CO.ID – Jalur pengeteman Kalideres di Terminal Leuwipanjang Kota Bandung Jawa Barat menuai polemik antara pengusaha transportasi Primajasa dan Arimbi.

Dikatakan salah seorang Koordinator PO Primajasa, Maskur Sidiq, bahwa penerapan sistem yang diberlakukan oleh Terminal Leuwipanjang sangat merugikan pihaknya dan tak menerapkan persaingan yang sehat dan terbuka antarbus.

Bahkan, lanjutnya, dari penerapan timetable yang diberikan pihak terminal saat ini membuat beberapa unit bus primajasa tak mampu beropersasi dikarenakan keterbatsan waktu.

“Kami [primajasa] bisa komitmen dengan aturan dari kepala terminal bahwa kami bisa mengikuti durasi waktu pengeteman yang berlaku. Walaupun baru satu atau dua penumpang kami berangkat,” ujar Maskur seperti dikutip dari PenaKu.ID jaringan Sergap.co.id, Selasa (15/03/22).

Namun, kata dia, hal ini [timetable] yang dijalani kompetetornya tak sesuai kesepakatan dan kerap melebihi dari waktu [timetable] yang telah ditetapkan pihak terminal.

“Aturannya begitu namun di lapangan seperti ini. Berapa bus Primajasa yang tak bisa beroperasi dengan adanya kendala ini. Bus Arimbi bisa mengetem lebih lama dari waktu yang sudah ditetapkan, sementara kami bisa konsisten dengan waktu itu karena mengingat di belakang kami masih banyak menunggu bus-bus Primajasa yang lain yang ingin beroperasi,” kata Maskur.

Terkait itu, Maskur menyebutkan sudah dua aturan pengeteman hingga saat ini diterapkan, namun masih menyisakan kerugian yang dirasakan pihaknya.

“Kami sudah sodorkan opsi ketiga ke pihak Kepala terminal Leuwipanjang dengan konsep persaingan sehat dan terbuka antara Primajasa dan Arimbi namun pihak Terminal leuwipanjang masih belum menyepakatinya. Aneh saya ga tau kenapa,” sambung dia.

Maskur meminta pihak Terminal Leuwipanjang bisa menerapkan dan memberikan keadilan bagi para pengusaha transportasi yang berada di Terminal Leuwipanjang. Memberikan aturan pengeteman yang sama-sama bisa dirasakan baik oleh bersama dengan konsep bersaing sehat dan terbuka.

“Mohon kepada kepala terminal bisa mengkaji ulang aturan-aturan pengeteman yang sudah diterapkan supaya tidak menguntugkan sebelah pihak. Rajin memantau di lapangan agar aturan yang sudah disepakati bersama dapat berjalan lancar,” pinta Maskur.

Terpisah, salah satu pengurus bus Arimbi, Bambang Suteja, menyebutkan pihaknya akan tetap melakukan sistem yang sudah berjalan selama ini sebelum adanya putusan final dari hasil mediasi yang dilakukan antara Primajasa dan Arimbi.

“Artinya gini, harapan kami tetep sebagai jasa angkutan tujuannya satu bagaimana penumpang mau naik ikut Arimbi ke tempat sesuai tujuan. Itu aja,” ujar Bambang saat ditemui.

Bambang menuturkan bahwa pihaknya bakal mengikuti sesuai hasil kesepakan bersama jika telah diputuskan.

“Hari ini kita tunda dulu, belum putusan, mungkin hari Kamis,” kata dia.

Awak media berusaha mengkonfirmasi kepada Kepala Terminal Leuwipanjang Asep di Ruang kerjanya di lantai 2 Terminal Leuwipanjang, namun hal itu gagal.

Upaya konfirmasi tersebut sudah dilakukan dua kali namun Asep melalui staf perempuan yang berbaju dinas perhubungan memberitahukan bahwa Asep masih sibuk breafing.

“Maaf masih breafing,” singkat dia.

Sementara salah satu petugas keamanan Terminal Leuwipanjang, Y. Mulyana yang keluar dari ruangan Kepala Terminal Leuwipanjang mengatakan bahwa persoalan tersebut tengah dalam negosiasi antarbus.

“Jadi rapat ini hasilnya belum bisa diputuskan. Hari Kamis rapatnya dilanjut menunggu pihak Arimbi dari pusat,” tandas Muylana.

**Wie

 140 total views,  1 views today

Sergap SERGAP

Gambar Gravatar
Untuk Menghindari Hal-Hal Yang Tidak Diinginkan, Kepada Instansi Yang Terkait Dan Narasumber Dapat Menanyakan Dengan Jelas Identitas Wartawan Kami Dan Memperhatikan Masa Berlaku Kartu Anggota/Surat Tugasnya Serta Nama Yang Bersangkutan Tercantum Di Box Redaksi Kami

Komentar

NEWS